Sendirian di Nepal (Part 1) : Summary

by - 9:35 PM


Nggak pernah terpikir untuk pergi ke luar negeri secepat ini, apalagi luar negeri itu adalah Nepal, negara yang kurang umum juga dikunjungi wisatawan newbie seperti Saya. Yaps, ini adalah perjalanan pertama kali Saya ke luar negeri. Ini juga adalah perjalanan dengan preparation paling heboh yang pernah Saya alami. Huh.

Trip ini Saya lakukan dari tanggal 12 - 23 Desember 2017 lalu, totally 12 hari termasuk transit di Kuala Lumpur selama hampir 24 jam. Well, karena ini perjalanan yang too sweet to forget, jadi Saya pikir nggak ada salahnya ditulis di blog. Sekalian berbagi, who knows ada yang membutuhkan informasi. So, this is it ....
 

Alasan Memilih Nepal?

Jujur nih, pengetahuan Saya tentang tempat bagus di luar Indonesia itu minim banget. My biggest trip-obsession adalah ke Papua, belum ada keinginan ke luar negeri apalagi yang jauh. Tapi berhubung punya paspor yang nganggur dan akan expired di 2018,  Saya jadi punya ide coba pergi ke Gunung Kinabalu (Malaysia) yang akhirnya gagal juga karena regulasi dan cost yang lumayan mahal. Yaudahlaah~

One day, sampailah pada obrolan dengan teman kuliah soal Nepal yang akhirnya membuat Saya penasaran dan kemudian browsing. Beberapa pertimbangan Saya memilih negara ini adalah :


  • Visa-nya gampang (Visa on Arrival)
  • Tiket pesawat masih bisa dijangkau (jauh lebih murah dari tiket ke Papua, hiks)
  • Cost selama disana nggak mahal (compare to Kinabalu nih ya)
  • Ada pegunungan Himalaya yang pasti jadi impian pendaki sejagad raya, dan ternyata banyak pilihan trekking yang sangat possible dilakukan orang awam macam Saya gini.
  • Selain pegunungan, Nepal juga punya banyak tempat keren penuh story yang seru ... satu lagi, yang pasti disana Saya bisa lihat salju (ini alay sih) hehe.


View Machapurche dari Annapurna Base Camp (ABC)


Alasan Solo Travelling?

When I said "spontaneity is my middle name", I mean it. Ini literally jalan dua minggu sebelum berangkat, tanpa persiapan apapun. Waktu itu nekat beli tiket promo final call Air Asia dan langsung gercep ambil cuti yang luckly di approve. Agak ragu karena belum pernah ke luar negeri, tapi kesempatan belum tentu datang dua kali, jadi ya harusnya sikat aja. 

Terus kepikiran ajak teman, tapi ..
Liburan ke Nepal (trekking) itu kan butuh waktu yang cukup panjang, sedangkan teman-teman Saya rata-rata adalah karyawan yang susaaaaaaah cuti lebih dari 3 hari. Siapa dong karyawan yang bisa diprovokasi cuti panjang dalam waktu yang sudah mepet? Mungkin malah disuruh resign aja sekalian. Makanya jangan jadi karyawan :p

Asiknya pergi ke Nepal, negara ini sangat aman untuk solo travelling bahkan bagi perempuan. Asli, sesuai pengalaman pribadi. Mayoritas orang Nepal cukup helping dan ramah. Mungkin yang perlu diwaspadai adalah calo bus, supir taksi, hotel budget, tapi itupun paling cuma soal ongkos. Selama kita punya cukup informasi dan bisa berkomunikasi Saya rasa nggak akan ada kendala yang berarti.

Kalau ditanya apa nggak enaknya pergi sendiri, maka jawaban pertama adalah cost akan lebih mahal (sebagai gantinya pengalaman yang didapatkan jauh lebih kaya). Selain itu, kalau pergi sendirian, dokumentasimu pasti lebih banyak isinya landscape. Kenapa? karena kesempatan untuk foto diri sendiri itu ribet harus minta tolong orang atau setting timer terus lari. Tapi jaman sekarang kamera sudah ada remote-nya yang sangat membantu.

Terakhir, kamu pasti ngerasa creepy dan agak sepi kalau nggak ada teman bicara sementara sekitarmu lagi asik ngobrol sama grup atau pasangannya masing-masing. Apalagi pas diatas gunung yang suhunya minus itu mereka pada peluk-pelukan, sementara kamu menggigil sampai ingus beku jadi es - sendirian, kezel! 


Thamel Situation

Persiapan yang dilakukan? 


Dalam dua minggu yang begitu cepat, cukup ribet mempersiapkan ini itu. Apalagi ini pertama kali ke luar negeri, nervous sekali. Khawatir dokumen ada yang tertinggal, takut tas over bagasi, takut nggak lolos imigrasi, bla bla bla ... yang alay-alay itu kepikiran semua.

Beberapa hal yang umum, tapi perlu dicatat :

  • Olahraga. Buat Saya yang hobi mendadak travelling, ini penting banget. Biasanya cuma lari pagi atau sore aja, minimal semingu 3 kali. Setelah jalan ke ABC, Saya makin yakin kalau rajin olahraga itu sangat membantu.
  • Punya paspor adalah keniscayaan. Walaupun perjalanan ini cukup spontan, tapi soal paspor sebenarnya sudah ready dari tahun 2013 tanpa pernah sekalipun dipakai. Kasihan dia. Btw, kalau ada paspor, kita bisa beli tiket yang tiba-tiba promo, tiba-tiba final call. Paspor ini diperlukan tidak hanya untuk urusan imigrasi, tapi juga diperlukan untuk membeli SIM Card lokal dan pengurusan ijin mendaki di Nepal.
  • Menentukan tujuan. Kira-kira mau ngapain sih di Nepal? Trekking, belanja, wisata budaya, atau apa? Saya ke Nepal karena ingin trekking ke Annapurna Base Camp (ABC). Setelah itu, Saya baru bisa menentukan berapa lama disana, transport, dan akomodasi seperti apa yang Saya butuhkan, dll.
  • As a first-timer, Saya perlu banyak membaca dan bertanya untuk mencukupi semua kebutuhan informasi. Beberapa blog yang sangat membantu dan informatif antara lain :  Kapankemana, Gardjoew, Herwian Pilgrim, dan Trip Raiyani (Thanks anyway). Agar lebih mantap, nggak ada salahnya cari informasi di web internasional seperti Lonely Planet dan untuk update informasi trekking/cuaca, bisa cek di website : Indiahikes dan Mountain Weather Forcast (Silahkan diklik).


Deretan Pegunungan Himalaya (Sagarmatha) terlihat dari Pesawat

  • Pesan tiket pesawat dan hotel. Kebetulan beli tiket pas ada promo final call Air Asia (harga tiket SUB - KL (Transit) - KTM PP Rp 3.200.0000,-) Saya beli melalui Asiatrip. Untuk hotel, tinggal cari di Agoda, rata-rata harganya backpacker-friendly lah.
  • Siapkan perlengkapan travelling. Mulai dari uang, pakaian, jaket tebal, tas, sepatu, obat, dan segala perintilan yang kecil-kecil. Terutama kalau musim dingin, kita perlu menyesuaikan lagi perlengkapan yang dibawa. Tapi kita nggak perlu lebay kok. Tenang aja, di Nepal banyak toko.

Apa saja yang perlu dibawa?

Tergantung pas kesana lagi musim apa. Nepal mengalami 6 pergantian musim, Januari - Februari (Winter), Maret - Mei (Spring), Juni - Juli (Summer), Juli - September (Rainy), Oktober - November (Autumn), Desember (pre-winter). Desember kemarin di Nepal mulai masuk musim dingin, suhu paling dingin saat itu bisa sampai minus 18 derajat, jadi perlengkapan yang  Saya bawa adalah :



Itinerary & Budget 

Saya cukup beruntung menemukan banyak referensi yang saling melengkapi dan up to date dari blog-blog yang tadi disebutkan. Dari situ Saya bisa menyusun itinerary dan budget sendiri tanpa perlu menggunakan jasa travel agent. Klasik tapi nyata, kelebihan arrange perjalanan sendiri itu, kita bisa bebas menentukan tujuan tanpa dibatasi otoritas si travel agent. Seruuuu!

Sebagai gambaran, berikut list aktivitas dan budget yang Saya keluarkan selama di Nepal, tidak termasuk oleh-oleh. Mostly Saya adaptasi dari panduan yang ditulis Mbak Ajeng (kapankemana.com) disesuaikan dengan sikon disana :


Honestly, kurs per NPR saat itu sekitar 120 rupiah .. dibuat seperti diatas biar lebih mudah saja :)

Kurang lebih seperti itu informasi umum yang paling sering ditanyakan teman-teman. Maafkan kalau nulisnya kurang oke dan barangkali ada yang kurang lengkap, silahkan dikomen. Biar nggak terlalu panjang, cerita yang lengkap perjalanan akan lanjut di chapter berikutnya.


Update :

Sendirian di Nepal (Part 2) : Annapurna Base Camp - No Porter, No Guide
Sendirian di Nepal (Part 3) : City Tour ala Doctor Strange
Sendirian di Nepal (Part 4) : Teman Perjalanan
Sendirian di Nepal (Part 5) : Makanan Bergizi, Sehat, Berenergi!

Anyway, terima kasih sudah membaca :)

You May Also Like

4 comments

  1. Keren informasinya, salut dengan keberaniannya �� sangat informatif dan memotivasi �� btw sedikit saran mengenai penvgjnaap background blognya sdikit mengganggu, pas buka di browser malah susah bacanya. Overall anda berhasil mempengaruhi saya untuk ke Nepal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak! Maaf, nggak sadar kl template blog nggak compatible dibuka pake hp. Sudah dibenerin, semoga better yaaah.. Makasi udah baca dan buat sarannya yaaa :)

      Delete
  2. Mirshal Alwandika5:22 AM, June 04, 2018

    Mantap dek... Lanjutkan!!!

    Baca-baca di blog mu aja udah kayak menghayal ke Nepal sendiri...
    ����

    ������ ditunggu trip-trip berikutnya

    ReplyDelete
  3. Cool information, salute the courage

    ReplyDelete